SLEMAN – PSS Sleman perpanjang catatan minor Perseru Badak Lampung FC (BLFC) dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2019. Ya, dalam laga pekan ke-12 anak-anak Sleman sukses membekuk BLFC dua gol tanpa balas di Stadion Sumpah Pemuda, Wayhalim Bandar Lampung, Jumat (9/8). Dua gol masing-masing dicetak oleh legiun asing Brian Ferreira dan Yevhen Bokhashvili.

Catatan impresif tersebut membuat PSS Sleman kembali torehkan raihan positif dalam empat laga yang dilakoni. Dua menang dan dua imbang. Juru taktik PSS Sleman Seto Nurdiyantoro sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan anak asuhnya.

“Hasil positif ini berkat kerja keras anak-anak semua,” ujarnya.

Hasil ini, membuat kampiun Liga 2 2018 itu terus merangkak naik ke peringkat empat klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Sementara BLFC tertahan di zona degradasi dengan koleksi sembilan poin.

Bermain di kandang lawan, Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman- langsung tancap gas. Ega Rizki dkk mencoba mencuri gol lebih dulu dari tuan rumah. Permainan menyerang pun ditunjukkan Super Elja. Hasilnya, PSS mampu memimpin setelah Brian Ferreira sukses melepaskan tembakan canonball dari luar kotak penalti pada menit ke-37.

Tendangan keras itu tak mampu dihalau kiper BLFC Daryono di pojok kiri atas gawangnya. Laskar Saburai -julukan BLFC- mencoba menyamakan kedudukan namun tak satupun gol tercipta hingga babak pertama berakhir.

Memasuki paro kedua, PSS terlihat menurunkan tensi permainan. Sebaliknya BLFC mencoba melakukan pressing untuk menyamakan kedudukan. Namun, usaha yang dilakukan TA Musafry dkk itu sia-sia lantaran pemain belakang PSS bermain solid.

Memasuki penghujung babak kedua, PSS justru berhasil menggandakan keunggulan melalui sepakan keras Yevhen Bokhashvili dari dalam kota penalti pada menit ke-88. Hingga babak kedua berakhir, skor bertahan 0-2 untuk keunggulan PSS Sleman.

Meski berhasil mencuri poin di kandang lawan, Seto menuturkan masih akan terus melakukan evaluasi kepada anak asuhnya. Dari segi permainan, Seto menilai pada babak pertama sebetulnya permainan PSS tak seperti yang dia harapkan. Artinya masih belum sesuai skema yang diinginkan. “Namun mereka sudah berjuang semaksimal mungkin,” ujar pelatih 45 tahun itu.

Lebih lanjut, Seto mengatakan faktor cuaca juga mempengaruhi performa anak asuhnya. Cuaca sangat panas dan anginnya kencang dalam laga tersebut. Kendati demikian, di laga berikutnya Seto berharap PSS tetap dapat menjaga tren positif ini.

Apalagi, di pekan ke-14 nanti PSS akan menghadapi lawan yang cukup berat. Yakni menjamu Persela Lamongan, di Stadion Maguwoharjo, Kamis (15/8).

Pelatih BLFC Milan Petrovic mengakui keunggulan lawannya. Namun, mantan pelatih Arema FC itu mengaku sedikit kecewa lantaran tak mampu meraih poin di kandang sendiri. “Ya, ke depannya kami akan melakukan analisis secara detail dan menyiapkan semuanya kembali,” ujarnya. (cr18/din)