RADAR JOGJA – Kondisi keamanan di Papua turut memengaruhi klub-klub di pulau paling timur Indonesia itu. Selain penundaan jadwal seperti yang terjadi pada PSBS Biak di Liga 2, juga berdampak bagi Persipura Jayapura di Liga 1.

Mutiara Hitam, julukan Persipura, urung mendaratkan pemain dalam bursa transfer tengah kompetisi. Pelatih Kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago mengatakan, timnya nyaris mendaratkan salah satu pemain anyar. Tapi, adanya aksi demonstrasi besar di Jayapura, membuat pemain itu akhirnya memilih klub lain.

“Beberapa pemain asing yang coba kami datangkan takut bergabung. Karena mereka memikirkan soal keluarga yang akan mereka bawa ke Jayapura. Saya juga katakan, jika Persipura sekarang bukan Persipura yang dulu, yaitu memiliki daya tarik bermain di AFC, Champion League Asia,” kata Jacksen seperti dilansir dari Cenderawasih Pos.

Selain kondisi Jayapura, ada faktor lain yang membuat pemain lain enggan merumput bersama Persipura. Hengkangnya beberapa pilar Persipura di musim lalu, membuat mereka kesulitan mencari pemain. “Putra daerah saja pergi karena tidak mau berada di sini (Persipura), itu menjadi sebuah hal yang menjadi pertimbangan orang luar untuk gabung di sini,” imbuhnya.

Karena itu, JFT menyebut, klub harus membangun citra yang baik kembali sehingga semua putra Papua mau berada di sini. Selanjutnya, mengenai rekrutan pemain asing, dia akan memilih mendatangkan pemain yang telah berkarier di Indonesia.

Sebab, jika memaksakan mendatangkan pemain asing saat kompetisi sedang berjalan, maka tim akan rugi. “Proses adaptasinya terlalu lama, bahkan sampai 2 bulan. Kami harus datangkan pemain yang siap main,’ tuturnya. (JPG/riz)