RADAR JOGJA – PSS Sleman sukses mencuri tiga poin di laga perdana putaran kedua Liga 1 di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (13/9). Pasukan Super Elang Jawa berhasil menang tipis 1-0 atas tuan rumah Semen Padang FC di pekan ke-18. Gol Sidik Saimima di menit ke-83 memaksa Kabau Sirah -Julukan Semen Padang- tunduk atas tamunya.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengaku beruntung dapat mencuri poin di kandang lawan. Apalagi, diakui Seto sepanjang babak pertama timnya banyak mendapat tekanan dari tuan rumah. “Inilah sepak bola, kami beruntung bisa mencetak gol di menit akhir,” ujarnya.

Pelatih asal Kalasan ini berujar, absennya beberapa pemain pilar membuat permainan PSS sedikit di luar ekspektasinya. Lini tengah tidak berjalan sesuai yang dia inginkan. Namun, strategi di babak pertama sukses dijalankan Ikhwan Ciptady dkk. “Kami memang mencoba irama pelan,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

Kendati demikian, Seto sangat bersyukur lantaran Super Elja sukses meraih poin penuh. Dia juga menilai pertahanan yang dibangun anak-anak Sleman cukup baik. Terbukti hingga paro pertama usai, skor masih sama kuat 0-0.

Memasuki babak kedua, PSS Sleman mencoba mengubah tempo permainan. Hasilnya cukup efektif. Tujuh menit di pengujung laga, Sidik Saimima sukses membobol gawang Semen Padang.

Gelandang berusia 22 tahun itu berhasil mengecoh barisan lini belakang dan penjaga gawang Semen Padang Teja Paku Alam. Umpan apik dari Irkham Zahrul Mila dituntaskan dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti.

Sebetulnya, tim kebanggaan warga Padang itu tak bermain buruk. Babak pertama dan kedua Dedi Gusmawan dkk beberapa kali mengancam gawang PSS yang dikawal Ega Rizky. Namun, peluang yang didapat tak berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tak berubah 1-0 untuk kemenangan PSS.

Kendati sukses meraih hasil positif, Seto akan terus melakukan evaluasi. Terutama dari sisi permainan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. “Yang penting kami harus memenangkan setiap laga,” tandasnya.

Pelatih Semen Padang Weliansyah mengaku kecewa dengan kekalahan timnya. Dia menilai Semen Padang bermain buruk. Namun, dia tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. “Hasil yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Apalagi sepanjang babak pertama Semen Padang banyak menciptakan peluang. “Kami tidak bisa mencetak gol. Ini akan menjadi evaluasi tim pelatih,” tambahnya.

Hasil apik ini, menempatkan PSS Sleman di posisi ke-5 sementara dengan raihan 27 poin. Sementara Semen Padang semakin terpuruk di dasar klasemen dengan 11 poin. (cr18/laz)