RADAR JOGJA – Gol Rangga Muslim Perkasa di babak kedua selamatkan PSS Sleman dari kekalahan kandang pada lanjutan Liga 1 pekan ke-19. Ya, PSS Sleman harus puas meraih satu poin usai ditahan imbang Persipura Jayapura dengan skor 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9).

Dengan tambahan satu poin ini, PSS tetap berada di peringkat lima dengan koleksi 28 poin. Sementara Persipura Jayapura di posisi ke-6 dengan raihan 27 poin.

Dalam pertandingan itu, tim tamu justru bermain cukup apik. Sejak menit-menit awal, Boaz Solossa dkk langsung tancap gas. Permainan menyerang ditunjukkan Mutiara Hitam -julukan Persipura Jayapura.

Setidaknya tiga peluang mereka ciptakan pada paro pertama. Bahkan, di penghujung laga M Tahir sukses membobol gawang Ega Rizky. Tepatnya di menit ke-48.

Memasuki babak kedua PSS mencoba mengejar ketertinggalan. Hasilnya cukup efektif. Rangga Muslim tampil gemilang dan menjadi pahlawan Laskar Sembada dengan golnya pada menit ke-81. Hingga akhir pertandingan skor 1-1 tak berubah.

Meski hanya bermain imbang, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengaku bersyukur. Sebab, menurut pelatih 45 tahun itu Persipura adalah salah satu tim yang bagus dari segi permainan dan kualitas tim yang dimiliki. “Satu poin yang cukup penting,” ujarnya.

Namun, Seto sedikit menyesalkan performa anak asuhnya yang bermain kurang oke. Beruntung di babak kedua perubahan cara bermain mulai muncul. Dia mengatakan hasil ini akan dijadikan pembelajaran jajaran pelatih dan seluruh penggawa PSS.

Di pertandingan selanjutnya, Seto akan banyak mengevaluasi performa anak asuhnya. Terlebih, di laga kemarin pemain PSS dinilai tidak menjalankan instruksinya dengan baik. Artinya, di sepanjang laga anak asuhnya bermain tidak sesuai yang dia harapkan. “Terutama di babak pertama. Kami kehilangan karakter permainan,” beber Seto.

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku bersyukur dengan hasil tersebut. Meskipun tidak mendapat hasil yang diinginkan. Namun, eks pelatih Barito Putera itu mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Di pertandingan selanjutnya, dia ingin Persipura mendapat hasil yang maksimal.

Dalam laga ini, kelompok suporter PSS Sleman yang tergabung dalam Slemania menunjukkan sikap respek terhadap klub asal Papua Persipura Jayapura. Hal itu adalah salah satu bentuk solidaritas yang dilakukan Slemania untuk memerangi tindakan rasisme.

Banner raksasa dengan makna persaudaraan dibentangkan suporter yang selalu memenuhi tribun utara Stadion Maguwoharjo itu. Banner tersebut memang disiapkan secara khusus untuk pasukan Mutiara Hitam -julukan Persipura Jayapura.

Sebelumnya, setelah sesi latihan resmi di Stadion Maguwoharjo skuad Persipura Jayapura juga mendapat sambutan hangat dari Slemania, Rabu (18/9). Beberapa anggota Slemania mengalungkan rangkaian bunga kepada Jacksen F Tiago dan perwakilan pemain Todd Rivaldo Ferre.

Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan mengatakan aksi yang bertajuk ‘Kitorang Seduluran’ itu memiliki arti bahwa semua masyarakat Indonesia adalah saudara. Selain itu, juga bertujuan untuk memerangi rasisme terutama di dunia sepak bola.

Kitorang Seduluran adalah bentuk respek atas apa yang sempat menimpa Papua beberapa waktu lalu. “Papua adalah bagian dari kita dan semoga semakin kondusif dan penuh damai,’’ harapnya.

Jacksen F Tiago mengaku terharu dengan sikap yang dilakukan suporter PSS Sleman. Dia berharap seluruh elemen suporter di manapun berada selalu menjunjung tinggi sportivitas. Karena sepak bola adalah tentang persatuan, persaudaraan, dan perdamaian. (cr18/riz)