RADAR JOGJA – Setelah memberhentikan Djadjang Nurdjaman, Persebaya Surabaya mengontrak Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal. Namun dokumen pengesahan pelatih dan asisten pelatih itu masih belum selesai. Dalam pertandingan melawan PSIS Semarang, keduanya belum mendampingi di pinggir lapangan.

Dalam sesi prematch konferensi pers sebelum pertandingan Persebaya diwakili oleh Bejo Sugiantoro. Namun Bejo mengatakan, strategi dan taktik tetap menjadi tugas Riedl dan Pikal. Dia hanya membantu kedua pelatih asing tersebut.

“Saya mewakili pelatih dan tim Persebaya. Tim kami datang ke sini dengan arahan dari coach Pikal. Semua arahan dari Wolfgang Pikal bukan saya. Saya respect, saya tahu diri, saya pelatih muda dan lisensi saya belum mencukupi,” ujar Bejo seperti dikutip dari JawaPos.com.

Kondisi tersebut sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Saat menahan imbang Kalteng Putra 13 September lalu, Pikal juga mendampingi tim dari tribun.

Ditanyakan mengenai instruksi selama pertandingan, Pikal punya jawaban tersendiri mengenai hal tersebut. Pelatih berusia 51 tahun itu pun percaya dengan pemain melakukan sesuai briefing, dan percaya dengan kinerja Bejo.

“Saya memang tidak bisa di bench. Tetapi segalanya sudah saya sudah instruksikan semuanya di hotel. Tetap tim pelatih lainnya juga suport. Kami juga sudah konsultasikan dengan Riedl,” kata Pikal.

Asisten pelatih Indonesia di Piala AFF 2010 itu tentu ingin segera bisa mendampingi tim. Kemungkinan pada laga selanjutnya melawan Bali United, dia berharap sudah bisa duduk di bench pemain. “Itu tergantung pengurus, sudah oke atau belum,” imbuhnya. (JPC/riz)