RADAR JOGJA – Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro memainkan tiga dari empat rekrutan anyar saat menyambangi Stadion Kanjuruhan, kandang Arema FC, Selasa (24/9). Mereka adalah Samuel Christianson, Jefri Kurniawan, dan Antoni Putro Nugroho.

Namun, uji coba Seto ini belum memberikan hasil positif. PSS Sleman justru menuai hasil minor di pekan ke-20 ini. Pasukan Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman- ditaklukkan tuan rumah Arema FC empat gol tanpa balas.

Kekalahan ini membuat Ikhwan Ciptady dkk turun di posisi tujuh klasemen sementara dengan perolehan 28 poin. Sedangkan, Arema FC merangkak naik ke posisi lima dengan 30 poin.

Seto mengatakan, faktor psikis dan mental memengaruhi jebloknya performa anak asuhnya. Salah saunya terpengaruh dari situasi dan kondisi malam sebelumnya. Ya, sebelum pertandingan skuad PSS memang mendapat teror dari Aremania. Hotel tempat menginap Laskar Sembada mendapat teror berupa lemparan petasan.

Seto juga mengakui kekalahan telak itu murni kesalahannya dalam pemilihan komposisi pemain. Dia berjanji ke depan lebih jeli dalam mengatur komposisi pemain.

Tetapi, dia menyebut permainan PSS di pertengahan babak pertama tak terlalu buruk. Namun, setelah terjadinya gol pertama permainan timnya kacau. “Kami sering kehilangan bola,” keluh Seto.

Di pertandingan selanjutnya, Seto akan melakukan banyak evaluasi. Tak hanya lini belakang, lini depan juga akan menjadi fokusnya.

Dalam pertandingan kemarin, Arema FC langsung mengambil inisiatif menyerang sejak jalannya babak pertama. Beberapa kali Hamka Hamzah dkk terlihat merepotkan lini pertahanan PSS Sleman.

Benar saja, pada menit ke-27 Makan Konate berhasil mencetak gol dari titik penalti setelah Guilherme Batata melakukan handball di area terlarang.

Setelah unggul, Kera Ngalam- sebutan akrab Arema FC- pun di atas angin. Hasilnya cukup membuat kalang kabut barisan belakang PSS Sleman. Klub kebanggaan Kota Malang itu kembali menambah keunggulan setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti PSS.

Melalui sundulan, Ridwan Tawainella sukses membobol gawang PSS yang dikawal Ega Rizky pada menit ke-38.

Praktis, lini depan PSS tak mampu berbuat banyak setelah tertinggal dua gol. Terlebih setelah pertengahan babak pertama PSS banyak mendapatkan tekanan. Dan bermain seperti tanpa pola.

Memasuki paro kedua, PSS mencoba mengejar ketertinggalan. Alih-alih mencetak gol, Arema FC justru menambah keunggulan masing-masing melalui Rivaldi Bawuo pada menit ke-58 dan Hanif Sjahbandi pada kenit ke-67. Hingga babak kedua berakhir skor 4-0 bertahan untuk kemenangan Arema FC.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku senang dapat menaklukkan tim promosi PSS Sleman. “Pertandingan yang cukup bagus dan kami bermain sangat disiplin,” ujarnya. (cr18/din)