RADAR JOGJA – Setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10), PSS Sleman tidak punya banyak waktu berleha-leha. Lawan lain di Liga 1 pekan 26 sudah menunggu. Yaitu PSIS Semarang.

Beruntung, laga menghadapi Laskar Mahesa Jenar justru dimainkan di Maguwohajro. Padahal PSS bukan berlaku sebagai tuan rumah.

Hal itu lantaran PSIS tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk menggelar pertandingan di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Stadion yang juga kandang PPSM Magelang itu merupakan homebase sementara PSIS selama Stadion Jati Diri, Semarang direnovasi.

Bermain tandang di kandang sendiri bukan yang pertama kali dialami Bagus Nirwanto dkk. Sebelumnya, hal serupa pernah mereka alami saat melawan Kalteng Putra, 7 Juli lalu. Kala itu Laskar Isen Mulang -julukan Kalteng Putra- terpaksa menjamu PSS di MIS.

Kali ini juga alasannya karena tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang saat itu menjadi markas sementara Kalteng Putra.

Menanggapi kabar itu, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengaku timnya sedikit diuntungkan. Apalagi di tengah kompetisi yang jadwalnya sangat mepet.

“Karena jarak pertandingan melawan Persebaya kan sangat singkat, jadi kami bisa memanfaatkan kondisi itu untuk recovery,” ujar pelatih yang digadang-gadang menukangi timnas itu. (cr18/riz)