RADAR JOGJA – PSS Sleman urung melanjutkan tren positif seperti saat menggulung Badak Lampung 5-1 awal pekan lalu. Bermain sebagai tuan rumah, PSS ditahan Persib Bandung 0-0 di Maguwoharjo, Sabtu (7/12).

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengatakan, timnya sebenarnya menargetkan poin penuh. Namun hasil satu poin tetap disyukuri.

“Kami tertekan tapi sudah mencoba untuk melawan. Pertandingan malam ini menarik,” kata Seto dalam sesi jumpa pers usai laga.

Seto mengapresiasi kerja keras pemain untuk memenangkan pertandingan lawan Persib Bandung. Menurutnya yang membedakan antara Sleman dengan Bandung yakni kualitas dan kedewasaan pemain.

“Bagaimana kita mengambil keputusan yang tepat dan cepat, ini yang harus kami belajar dari permainan Bandung. Mereka sangat tepat dan cepat dalam membaca situasi pertandingan,” tambahnya.

Dia mencontohkan, salah satu contoh bagaimana mengambil keputusan tepat dan cepat saat momen Ricky Kambuaya yang seharusnya memebrikan assist ke Rangga Muslim, namun terlambat melakukan.

Termasuk di dalamnya usai masuknya Kushedya Hari Yudo pada babak kedua, peluang emas gagal dimanfaatkan menjadi gol.

“Saya tetap mengapresiasi pemain, mereka memiliki kemauan keras mengalahkan Persib malam ini, walaupun sudah lolos dari degradasi, tetapi memiliki semangat luar biasa,” tuturnya.

Beebeda dengan pekan-pekan sebelumnya, Seto melakukan perubahan formasi saat melawan Maung Bandung. Jika biasanya akarab dengan 4-3-3, dicoba 4-2-3-1. Yaitu dengan menempatkan Batata dan Wahyu Sukarta di gelandang bertahan.

“Hampir tujuh pemain saya rotasi di laga sebelumnya. Starting eleven di laga sebelumnya hanya Ega Rizky, Wahyu Sukarta, dan Yevhen. Ternyata dengan rotasi perfoma pemain sangat bagus dan berjalan sempurna, walaupun hasil hanya satu poin,”tuturnya. (riz)