RADAR JOGJA – Kompetisi Liga 1 2019 berakhir sudah. Bali United keluar sebagai kampiun. Sementara PSS Sleman menjadi tim promosi dengan capaian terbaik. Finish di posisi 8. Sedangkan dua tim promosi lain seperti Semen Padang dan Kalteng Putra harus kembali ke kasta kedua.

Selain berkat kerja keras pemain, juga karena racikan juru taktik Seto Nurdiantoro. PSS tidak hanya bisa bersaing dengan kontestan Liga 1, namun juga sempat merangsek ke papan atas.

Namun ditanyakan mengenai masa depannya, Seto belum memberikan kepastian. Apakah kembali menukangi PSS atau hengkang ke klub lain. Eks PSIM Jogja itu mengakui jika sudah ada pembicaraan dengan manajemen PSS. Tetapi dirinya memberikan beberapa persyaratan.

“Sudah ada pertemuan dengan manajemen dan mereka menawarkan kembali. Tapi jawaban saya, ingin ada proses yang tidak seperti musim lalu,” kata Seto kepada wartawan.

Proses musim lalu yang dimaksud Seto adalah pembentukan manajemen klub. Dari pergantian CEO hingga tiga kali. Kemudian peralihan dan penentuan manajer dan asisten manajer di tengah musim. Seto berharap, sejak awal sudah ada penentuan CEO, staf manajemen hingga penentuan pelatih.

“Jangan sampai ada lagi perubahan dan membuat beban saya bertambah. Jadi mengiyakan dan tidaknya tergantung PT dan manejemen. Sampai saat ini belum ada tawaran dari klub lain. Saya ikuti alurnya. Bisa di PSS atau tim lain,” lanjut Seto. (riz)