RADAR JOGJA – Kabut asap menyeruak, mengepul di seantero Stadion Maguwoharjo. Pandangan di lapangan sama sekali tak terlihat. Itu terjadi sekitar menit 75. Ketika pertandingan PSS Sleman vs Tira Kabo memasuki babak kedua, Minggu (22/12). Tuan rumah masih unggul 4-1.

Wasit untuk sementara menghentikan pertandingan. Karena flare, smoke bomb dan petasan yang dinyalakan suporter PSS berlangsung massif. Hampir di semua sisi tribun, kecuali bagian barat. Area lapangan Stadion Maguwoharjo diselimuti asap putih pekat.

Terkait kejadian itu, Ketua panitia pelaksana (panpel) PSS Sleman, Tri Mulyanto mengatakan jika pihaknya tak bisa berbuat banyak. Meskipun panpel mengaku sudah berusaha melarangnya. Namun dengan kondisi tersebut susah dicegah.

Termasuk saat beberapa suporter akhirnya turun ke lapangan setelah pertandingan. Mengerubungi pemain dan banyak yang meminta foto.

“Sebenarnya juga sudah kami antispasi agar jangan sampai masuk ke dalam Stadion. Tapi, apa boleh buat, mungkin ini bentuk luapan kecintaan kepada tim di partai terakhir,” ujar Tri Mulyanto usai pertandingan.

“Apapun sanksinya nanti dari Komdis PSSI, tentunya kami pasrah. Ya bisa dimaklumi, di beberapa laga tim lain juga demikian,” lanjut Mbah Mul, sapaanya.

Panpel menyebutkan, secara umum selama musim 2019 pihaknya sudah banyak berbenah untuk menyelenggarakan pertandingan sesuai standar Liga 1. Meskipun diakui sebagai debutan masih banyak yang mesti terus dibenahi.

Mbah Mul menyebut, di musim 2019 denda yang diberikan kepada PSS dari komdis sekitar Rp 1,5 miliar. Itu sudah termasuk denda kartu kuning dan merah yang diberikan kepada pemain PSS. Sementara denda pelanggaran karena ulah suporter mencapai satu miliar.

Sementara itu, selama musim 2019, dua pertandingan saat PSS Sleman menjamu Persija Jakarta dan Persib Bandung menjadi laga yang full house. Artinya stadion penuh sesak dengan kehadiran suporter. Bahkan panpel mencetak tiket tambahan untuk kedua laga tersebut.

“Paling banyak memang saat menjamu Persija dan Persib. Sekitar 31 ribu penonton. Sesuai dengan kapasitas stadion dan tiket yang kami cetak,” bebernya. (riz)