RADAR JOGJA – Tugas berat langsung dihadapi Dejan Antonic usai didapuk sebagai pelatih baru PSS Sleman menggantikan Eduardo Perez Moran yang mengundurkan diri Senin lalu, (24/2).  Penunjukan Dejan diumumkan manajemen PSS Sleman, Rabu (26/2).

Dejan akan langsung mendampingi skuad Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman pada laga perdana Shopee Liga 1 2020 kontra PSM Makassar, Minggu (1/3). Saat ini pelatih 51 tahun itu masih berada di luar negeri. “Dia langsung ke Makassar,’’ kata Chief Executive Officer (CEO) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Fatih Chabanto.

Tugas berat lainnya yang akan dihadapi pelatih asal Serbia itu adalah membawa tim ini mencapai target yang dibebankan manajemen. Yakni finish di urutan lima di akhir klasemen nanti. Belum lagi “tekanan” publik sepak bola pencinta tim yang bermarkas di Maguwoharjo International Stadium (MaGIS) itu.

Ya, tak butuh waktu lama bagi PSS Sleman untuk mencari sosok pelatih baru.  Usai ditinggal Eduardo, manajemen PSS memang langsung gerak cepat mencari pengganti pelatih asal Spanyol tersebut.

Fatih mengatakan, ada sejumlah nama calon pelatih yang masuk dalam pembahasan manajemen. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya pilihan jatuh kepada Dejan Antonic.

Caretaker Manajer PSS Sleman Mochammad Eksan mengungkapkan Dejan merupakan pelatih sarat pengalaman. Juga, dinilai sebagai pelatih yang mengenal kultur sepak bola Indonesia dengan baik. “Pengalaman Dejan sebagai pemain dan pelatih menjadi salah satu pertimbangan PSS untuk mengontraknya,” katanya.

Legenda hidup PSS itu berharap kehadiran Dejan bisa membuat Super Elja terbang lebih tinggi. “Kami yakin Dejan akan membawa PSS pada jalurnya untuk mengarungi Liga 1 2020,” ujar Eksan.

Sepak terjang Dejan di persepakbolaan Indonesia terbilang cukup panjang. Pelatih kelahiran Beograd, Serbia itu mengawali karir sebagai pemain Persebaya Surabaya pada 1996. Kala itu, Dejan sukses mengantarkan klubnya menjadi kampiun Divisi Satu. Sekaligus mengantarkan klub kebangaan warga Surabaya itu naik kasta ke Divisi Utama Liga Indonesia.

Selain itu, pelatih berlisensi UEFA Pro itu juga tercatat pernah menangani beberapa klub Tanah Air. Di antaranya Arema Indonesia pada 2011, Pro Duta (2013), Pelita Bandung Raya (2014), Persib Bandung (2016), Borneo FC (2018), dan Madura United (2019). (ard/din)