SOLO – Perubahan struktur di dalam manajemen Persis Solo sudah sering terjadi. Setelah manajer Catur Prasetya diberhentikan beberapa waktu lalu, giliran sekretaris jenderal (Sekjen) Dedy Marsudi Lawe yang dinonaktifkan per Selasa (30/7). Keputusan itu disampaikan Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Eddy Junaedi.

”Untuk saat ini, jabatan Sekjen digantikan Sigid Rudi Gunawan. Keputusan tersebut diambil manajemen setelah berkonsolidasi dengan stakeholder Persis Solo,” jelas Eddy.

Sigid Rudi diketahui adalah kakak kandung owner klub Sigid Haryo Wibisono. Musim lalu dia sempat berstatus sebagai CEO PT. Persis Solo Saestu.

Manajemen mengambil langkah strategis tersebut setelah mendengar masukan dari para sesepuh suporter. Baik Pasoepati maupun pecinta sepak bola di Solo. Bahkan sempat muncul tagar #DedyOut di media sosial pendukung Persis dalam sebulan terakhir.

”Semoga ini bisa jadi solusi untuk Persis agar ke depan lebih professional lagi,” imbuhnya.

Pemberhentian itu menyusul aksi suporter di depan Balai Kota Surakarta, Jumat lalu. Suporter yang saat ini masih memboikot seluruh pertandingan Laskar Sambernyawa, juga menuntut agar Dedy M Lawe diganti. Jika tuntutan itu belum terpenuhi, suporter mengancam akan tetap melanjutkan aksi boikotnya.

”Kami berharap situasi antara manajemen dan suporter semakin kondusif,” jelasnya.

Sementara itu Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo mengapresiasi keputusan manajemen tersebut. Pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan manajemen.

”Komunikasi (dengan manajemen,Red) selama ini tertutup. Kami harap manajemen bisa lebih terbuka lagi komunikasinya dengan suporter. Termasuk dengan askot, pemkot dan bahkan Pak Rudi (Wali Kota,Red) sudah membuka pintu komunikasi, giliran manajemen segera duduk bersama,” tandasnya.

Sebelumnya, elemen suporter Persis menggelar aksi damai di halaman Balai Kota Surakarta. Mereka menuntut penonaktifan Dedy M Lawe agar hubungan suporter dengan manajemen kembali terjalin.

Aksi damai tersebut diterima Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo di pendapa dengan cara lesehan. Walikota menerima keluh-kesah dari suporter terkait kondisi Persis yang salah dalam pengelolaan manajemen. (adi/nik/JPG)