JOGJA – Hanya menduduki peringat dua klasemen sementara Liga 2 Wilayah Timur, membuat pelatih PSIM Jogja Aji Santoso tidak puas dengan skuadnya. Hasil evaluasinya, 11 pemain harus hengkang. Untuk sementara sudah ada tujuh pemain sebagai gantinya.

Tak tanggung-tanggung, PSIM Jogja menyiapkan Los Galaticos jilid dua untuk skuadnya. Setelah menggaet wonderkid Witan Sulaeman, jajaran pemain berlabel dari klub Liga 1 direkrut. (Selengkapnya lihat grafis). Dia pun menjanjikan akan ada perekrutan pemain berikutnya.

Perekrutan tersebut dirasa wajar. Sebab target yang dipatok manajemen PSIM naik ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

CEO PSIM Jogja Bambang Susanto mengatakan, total ada sembilan pemain baru yang akan berkostum PSIM di putaran kedua nanti. Sembilan pemain itu di antaranya berstatus sebagai pemain pinjaman dan permanen.

“Tambahan yang fix ada tujuh dari total sembilan pemain yang kami incar,” ujarnya dalam perkenalan pemain di Wisma PSSI Baciro, Minggu (18/8). “Hampir 90 persen dari pemain Liga 1,” lanjutnya.

Pria yang juga pialang saham itu menyebut, bursa transfer paro kompetisi Liga 2 , yang dibuka pada 11 Agustus hingga 27 Agustus 2019, akan dimaksimalkan manajemen Laskar Mataram. Sebab mengacu pada aturan, saat memasuki delapan besar Liga 2, klub tidak diizinkan merekrut pemain yang berasal dari Liga 1.

“Ya, nanti hanya boleh beli pemain Liga 2 saja. Makanya saat ini kami merekrut pemain semampu kami,” katanya.

Aji Santoso menambahkan, tujuh rekrutan anyar itu adalah pemain yang dibutuhkan oleh tim. Apalagi beberapa di antaranya pernah menjadi anak asuhnya. “Semoga mereka bisa membantu merealisasikan target kita semua,” ujar mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Untuk pemain yang dilepas, Aji mengaku manajemen tak akan lepas tangan. Dia mengklaim sederet pemain tersebut saat ini tengah diminati beberapa klub lainya. “Ya, mereka sudah dilirik beberapa klub,” ujarnya. (cr18/pra)