RADAR JOGJA – PSIM Jogja harus mengalami kerugian besar akibat dari kerusuhan di Stadion Brawijaya Kediri pada Senin (2/9) lalu. Akibat kerusuhan yang melibatkan suporter PSIM Jogja dengan suporter Persik Kediri itu, tim asuhan Aji Santoso tidak bisa didampingi suporternya di laga kandang maupun tandang selama sebulan ke depan.

Komisi Disiplin (Komdis ) PSSI dalam surat tertanggal 5 September 2019 yang diterima manajemen PSIM Jogja menyebutkan, suporter PSIM didakwa bertingkah laku buruk selama mendukung PSIM Jogja di Kediri. Dalam surat itu juga dijelaskan apa saja yang dilakukan suporter PSIM Jogja di Kediri.

Dengan terbitnya sanksi ini, PSIM terancam tidak bisa mendapatkan dukungan dari Brajamusti maupun The Maident dalam dua laga selanjutnya di putaran kedua Liga 2.

Dua laga tersebut adalah saat PSIM melawat ke markas PSBS Biak pada 13 September, dan saat menjamu Persatu Tuban di Stadion Mandala Krida, lima hari berikutnya.

Menanggapi surat dari Komdis PSSI ini, manajemen PSIM melalui Media Officer Ditya Fajar mengaku masih mempelajari segala sesuatunya. “Masih pikir-pikir untuk banding,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/9).

Di sisi lain, kelompok suporter PSIM, Brajamusti sudah melakukan inisiatif dengan silaturahmi ke Pemerintah Kota Kediri pada Rabu (4/9) pagi. Kedatangan para petinggi Brajamusti itu diterima langsung sejumlah pejabat Pemkot Kediri.

Dalam pertemuan itu, Brajamusti secara resmi meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi pada Senin (2/9) lalu. Selain untuk tetap menjaga hubungan baik, pertemuan itu juga dilakukan untuk membahas berbagai macam kerugian yang dialami berbagai pihak akibat kerusuhan tersebut.

“Pertemuan itu juga membahas terkait kerugian material, seperti kendaraan yang rusak, akan diselesaikan secara kekeluargaan,’’ ujar Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin.

Sementara itu, terkait dengan sanksi yang diterima PSIM yang tidak boleh didampingi suporter dalam dua pertandingan selanjutnya, Brajamusti menganggap itu sebagai pembelajaran.

Untungnya, laga tandang yang tidak boleh dihadiri para suporter itu berlangsung di Biak, Papua. Di laga itu pihak Brajamusti memang sudah berencana tidak akan memberangkatkan anggotanya.

CEO PT PSIM Bambang Susanto meminta para suporter untuk lebih dewasa. Dia juga meminta suporter untuk tidak melakukan provokasi dan sebaliknya tidak mudah terpancing dengan provokasi. Karena apapun alasannya tetap saja merugikan klub. (cr12/din)