RADAR JOGJA – Kemenangan 2-0 PSIM Jogja atas Madura FC, Senin (23/9) di MKYK tidak hanya mengatrol posisi Naga Jawa di klasemen. Namun juga meningkatkan kepercayaan diri pemain yang sempat drop.

Kemenangan datang, saat betul-betul dibutuhkan. Ketika PSIM sebelumnya menderita tiga kali kekalahan beruntun. Seperti mengobati dahaga tiga poin bagi tim. “Kami memutus rantai kekalahan, ini modal yang bagus bagi semua pemain untuk pertandingan ke depan,” kata Pelatih PSIM Aji Santoso kepada wartawan.

Aji juga memuji penampilan anak asuhnya yang bermain bagus terutama di babak kedua. Dibandingkan babak pertama, pascarehat menuruntya banyak variasi serangan dilakukan Ichsan Pratama dkk. “Alhamdulillah akhirnya kami poin tiga lagi,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan pemain belakang PSIM Ahmad Hisyam Tolle. Meskipun dia mengakui, kondisi sempat sulit di babak pertama. Itu karena lawan menurutnya bermain terlalu bertahan. Dia juga meminta maaf karena sempat terlihat emosi kepada suporter.

“Situasi di lapangan tadi Madura berkumpul banyak di bawah. Itu bikin kami sulit untuk menyerang. Tapi di babak kedua kami lebih variatif jadi bisa bongkar pertahanan mereka dan bisa cetak dua gol. Makanya daripada hilang bola, kami bermain dulu cari momen yang pas dan sabar. Saya juga meminta maaf tadi ada kejadian dengan suporter,” ungapnya.

Sementara Pelatih Madura FC Agus Yuwono mengatakan, di babak pertama timnya bermain sesuai dengan yang diinginkan. Namun tren itu tidak berlanjut di babak kedua.

“Seperti yang kami khawatirkan, Gonzales memang sangat berbahaya. Seharusnya kamiĀ  bisa lebih antisipasi. lebih karena missorganisasi dan mentalitas. Pemain gampang menyerah. Jika berjuang 45 menit lagi, hasilnya berbeda. Sebelum terjadi gol, kami selalu bisa antisipasi,” tuturnya. (riz)