RADAR JOGJA – Ada pemandangan unik saat PSIM Jogja menjamu Madura FC, Senin (23/9). Puluhan anak-anak berbaju putih memadati tribun barat lantai tiga.

Suporter yang sempat kecewa dengan penampilan tim di babak pertama, sedikit mereda setelah anak-anak itu membacakan salawat dengan kompak. Siapa mereka ?

Ternyata, puluhan anak itu adalah anak-anak yatim dari Yayasan Umar bin Khottob. Mereka dibawa oleh istri Cristian Gonzales, Eva Siregar Gonzales. Dengan dibantu istri pemain PSIM yang lain, anak-anak itu diundang ikut nonton di stadion.

“Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin ajak anak-anak yatim itu ke stadion. Sesudah menang dari Bali melawan Sulut United, tapi waktu belum dapat izin. Akhirnya kemarin diizinkan manajemen, mereka senang sekali,” kata Eva kepada Radar Jogja, Selasa (24/9).

Eva meyakini ada berkah dari mengundang anak-anak yatim tersebut. Selain kerja keras dan usaha semua pihak, doa anak-anak tersebut menurutnya salah satu yang membantu PSIM menang. Setelah tiga kali kekalahan beruntun dialami Laskar Mataram.

“Anak-anak itu mengidolakan El Loco. Hari Senin kemarin juga mereka sebenarnya puasa dan baru pulang sekolah. Tapi demi nonton El Loco mereka bisa dating ke stadion,” imbuhnya.

Kepada Eva, anak-anak yang berjumlah 50 itu mengaku senang sekali bisa nonton Gonzales. Kemudian di jeda sebelum babak kedua dia membikin kuis. Pertanyaan ringan tentang Gonzales, seputar doa-doa dan pengetahuan umum. Lima anak yang menang dapat kaos El Loco. “Semoga nanti mereka bisa datang lagi, kalau diizinkan manajemen,” tuturnya.

Dari pantauan Radar Jogja, anak-anak itu terus membacakan salawat selama pertandingan. Bahkan suporter yang sempat memaki karena kecewa dengan permainan tim, dengar salawat jadi lebih kondusif. Bahkan Gonzales juga mempersembahkan dua golnya untuk anak-anak tersebut.

“Dua gol untuk anak-anak yatim, mereka sudah dating ke stadion dan mendoakan tim,” ujar Gonzales kepada Radar Jogja. (riz)