RADAR JOGJA – PSIM Jogja akan menantang Persewar Waropen dalam lanjutan Liga 2, Senin ( 30/9) mendatang. Laga tidak akan digelar di di Kabupaten Waropen, melainkan di Kabupaten Biak Numfor. Tepatnya di Stadion Cendrawasih, kandang PSBS Biak.

Pada 15 September yang lalu, Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja berlaga di stadion ini dan menelan kekalahan 0-1 dari PSBS Biak.

Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso tak mempersoalkan itu. Dia justru snagat optimistis menatap lawatan keduanya ke Stadion Cendrawasih. Aji juga mengakui PSBS Biak dan Persewar Waropen itu memiliki karakter permainan yang mirip.

“Semangat bertarungnya sangat luar biasa,’’ pujinya di sela latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Rabu (25/9).

PSIM baru saja meraih kemenangan penting dengan skor 2-0 saat menjamu Madura FC Senin (24/9) lalu. Di laga itu Aji Santoso menerapkan formasi 4-3-2-1. Aji Santoso ingin menambah kekuatan di lini tengah dengan menempatkan Ade Suhendra sebagai deep lying playmaker di laga itu.

Uji coba Aji Santoso itu dinilai berhasil. Eks Persela Lamongan itu rupanya ingin mengulang hal yang sama saat ke markas Persewar Waropen. “Mungkin formasi melawan Madura akan saya pertahankan, tapi lihat nanti saja bagaimana,” tandas Aji.

Bintang muda PSIM Jogja Witan Sulaeman kian menikmati perannya sebagai salah satu andalan baru di sisi sayap penyerangan Laskar Mataram. Pemain asal Palu itu juga mengklaim proses adaptasinya kian berjalan mulus.

Namun, dalam waktu dekat ini PSIM harus siap kehilangan sosok Witan. Pemain berusia 18 tahun itu masuk kedalam skuad terbaru Timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games Manila 2019, November mendatang.

Untuk itu, Witan harus pergi ke Bogor mulai 1 Oktober nanti untuk bergabung dengan timnas U-23 dan melakukan pemusatan latihan. “Saya sudah dapat izin dari coach Aji. Soal berapa lama akan meninggalkan PSIM saya belum tahu,” tandas Witan. (cr12/din)