RADAR JOGJA – PSIM Jogja harus rela pulang dengan tangan hampa saat bertamu ke markas Persewar Waropen, di Stadion Cenderawasih, Biak, Senin (30/9). Cristian Gonzales dkk menyerah 1-3. Padahal, tuan rumah hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit 40 akibat kartu merah yang diterima Viktor Pae.

Asisten pelatih PSIM Jogja, Yusup Prasetyo mengakui, permainan tuan rumah sangat bagus. Serangan yang mereka bangun sangat berbahaya. Dari laga ini akan dilakukan evaluasi demi menapak laga selanjutnya. “Kami akan perbaiki lagi kekurangan,’’ ujarnya.

Hasil buruk ini menyebabkan, Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja- terlempar ke posisi enam klasemen sementara wilayah timur dengan koleksi 24 poin. Di grup ini, Persik Kediri masih perkasa di puncak dengan 30 poin.

Disusul Mitra Kukar (27) di posisi kedua. Berikutnya Persewar Waropen (25), Martapura FC (25), dan Persis Solo dengan 24 poin persis di atas PSIM Jogja. Di antara tim-tim ini, PSIM Jogja baru memainkan laga paling sedikit. Yakni 16 laga.

Raihan minor ini membuat waswas kubu PSIM Jogja. Sebab, jika hasil buruk ini tidak terhenti, target menuju babak selanjutnya demi ambisi ke Liga 1 musim depan bisa kandas. Namun, PSIM Jogja masih menyisakan empat laga yang mau tidak mau harus dimaksimalkan. Terlebih, tiga di antaranya merupakan laga kandang.

Terdekat, Laskar Mataram akan menjamu Sulut United di Stadion Mandala Krida, Jumat (4/10). Namun, empat hari berikutnya mereka akan melakoni laga berat di kandang Martapura FC, Selasa (8/10).

Nah, dua sisa lagi akan dijalani di kandang sendiri menjamu Persis Solo pada Minggu (13/10) dan menghadapi Persatu Tuban di laga terakhir. Namun, laga ini belum mendapatkan kepastian waktunya.

PSIM sebenarnya punya modal bagus dalam lawatan mereka ke markas Persewar. Kemenangan meyakinkan 2-0 sepekan sebelumnya atas Madura FC jadi modal yang bagus bagi Sutanto Tan dan kolega. Namun, Stadion Cendrawasih memang tidak bersahabat dengan skuad PSIM.

Laga baru berjalan tiga menit, Persewar sudah unggul via Tomahouw Ronald. Gol itu disambut gemuruh seribuan suporter tuan rumah. Keunggulan Persewar hanya bertahan 10 menit. Pada menit ke-14, PSIM bisa menyamakan kedudukan. Umpan Aditya Putra Dewa melalui skema tendangan bebas diteruskan Cristian Gonzalez menjadi sebuah gol.

Ini adalah gol kelima pemain berusia 43 tahun itu di ajang Liga 2 musim ini. Namun, Persewar tidak panik dengan gol dari Gonzales. Pada menit ke-22, tim asuhan Elie Aiboy itu kembali meraih keunggulan. Lagi-lagi Tomahou Ronald menjadi momok bagi lini belakang PSIM. Tendangan pemain bernomor punggung delapan itu tak bisa dihadang Ivan Febrianto.

PSIM mendapatkan angin segar ketika pada menit ke-40 Fiktor Pae diusir menuju ruang ganti lantaran tekel keras yang ia lakukan pada Sutanto Tan. Dengan keunggulan jumlah pemain, PSIM coba mengurung pertahanan tuan rumah baik di akhir babak pertama dan di hampir seluruh jalannya babak kedua.

Kendati demikian, serangan-serangan yang dilakukan skuad PSIM selalu mentok. Persewar yang hanya memiliki 10 pemain mampu bertahan dengan baik dan sesekali melakukan serangan balik yang berbahaya bagi gawang PSIM Jogja.

Benar saja, pada menit ke-54 Persewar kian mempertegas keunggulannya atas PSIM. Boas Isir yang baru masuk di akhir babak pertama mencetak gol ketiga Persewar di laga ini. Gol ini seakan mematahkan semangat para pemain PSIM. Hingga laga usai tak ada lagi gol yang tercipta.

Penyerang PSIM Jogja Aldaeir Makatindu meminta maaf dengan hasil buruk ini. Namun, eks pemain PSIS Semarang itu bertekad untuk terus memperbaiki diri. “Semoga di pertandingan selanjutnya kami bermain lebih baik lagi,” tegasnya. (cr12/din)