RADAR JOGJA – PSIM Jogja sempat disebut-sebut Los Galacticos-nya Liga 2. Bermaterikan pemain eks Liga 1. Diperkuat dua naturalisasi dan pelatih asing. Sayang, jalan Laskar Mataram justru tertatih-tatih. Bahkan untuk sekadar meraih tiket 8 besar.

Tren Cristian Gonzales dkk sebenanrya sudah mulai menanjak saat kursi kepelatihan diambil alih Aji Santoso. Tapi setelah perombakan pemain besar-besaran jelang paro musim kedua, grafik tim terus anjlok. Tidak hanya kalah saat away, bahkan di kandang juga tumbang.

Salah seorang fans PSIM Habibi menyebut, gerbong rekrutan anyar PSIM di paro kedua tidak lebih baik dibandingkan pemain yang dicoret. Bahkan beberapa pemain yang dilepas PSIM bisa bermain apik di klub barunya.

Selain itu, dengan pemain yang telah bersama di tim sejak awal musim, chemistry sudah mulai terjalin. Sedangkan saat adanya gerbong pemain baru, seperti memulai lagi dari awal.

“Sekarang kami hanya meminta pemain berusaha semaksimal mungkin dan berharap ada keajaiban bisa lolos ke 8 besar,” ujarnya.

Ditanyakan mengenai suara suporter tersebut, Aji Santoso beralasan bahwa hasil negatif yang didapatkan timnya salah satunya karena skuadnya jarang tampil fullteam. Sehingga di beberapa pertandingan menjadi kurang maksimal.

“Perombakan di paro musim progresnya meningkat, memang hasil laga terutama di away aja masalahnya. Tapi dengan kondisi apapun kami akan berusaha lolos 8 besar,” kata Aji. (riz)