RADAR JOGJA – PSIM Jogja memperlakukan empat laga sisa di Liga 2 wilayah timur musim ini layaknya laga final. Laskar Mataram-julukan PSIM- mengincar empat kemenangan dari empat laga tersebut.

Kemenangan demi kemenangan harus mereka amankan. Termasuk sore ini 15.30, di Stadion Mandala Krida PSIM kala menjamu Sulut United. “Tidak ada kata lain, kami harus menang. Hukumnya wajib,” ujar pelatih PSIM jogja Aji dalam sesi jumpa pers, Kamis (3/10).

Peluang PSIM untuk lolos ke babak delapan besar memang masih terbuka. Kemenangan akan memuluskan langkah mereka menggapai babak delapan besar. Untuk selanjutnya mewujudkan ambisi promosi Liga 1 musim depan.

PSIM Jogja saat ini masih terpaku di posisi enam klasemen. Yoga Pratama dan kawan-kawan baru mengumpulkan 24 poin. Tambahan poin maksimal di sisa laga dipastikan akan membuat posisi mereka nyaman sebagai kandidat di delapan besar nanti.

Menghadapi Sulut United, PSIM tidak bisa diperkuat beberapa pemain pilarnya. Hery Susilo, Nugroho Faturohman, Syaiful Indra Cahya, dan Hendika Arga masih berkutat dengan cedera. Sementara Ahmad Hisyam Tolle dan Raymond Tauntu harus absen lantaran akumulasi kartu.

Kendati demikian, Aji Santoso tak mau terlalu ambil pusing. Ia menyatakan sudah menyiapkan beberapa pemain lain dan skema permainan yang baru. “Kami sudah siapkan beberapa alternatif,” jelas pelatih pemegang lisensi AFC Pro tersebut.

Bek kiri PSIM, Aditya Putra Dewa sangat mengharapkan dukungan dari para suporter. Menurutnya saat ini Laskar Mataram sangat membutuhkan dukungan besar dari para pecintanya. “Kami harap suporter bisa datang dan memadati Mandala Krida,” harapnya.

Di sisi lain, Sulut United datang dengan harapan meraih poin. Raihan poin itu penting agar mereka tidak terdegradasi ke Liga 3 musim depan. Saat ini tim yang identik dengan warna biru muda itu menempati poisis ke-9. Atau hanya satu strip diatas zona degradasi.

Pelatih Sulut United, Ricky Nelson menyadari hal itu. “Persiapan kami sangat bagus, kami harus fight untuk dapat poin di laga ini,” tegas mantan pelatih Borneo FC itu.

Laga sore ini juga menjadi ajang nostalgia bagi dua pemain Sulut United, Martinus Novianto dan Rudiyana. Keduanya sempat menjadi bagian dari klub kebanggaan Brajamusti dan Mataram Independent itu.

Martinus adalah pemain asli DIJ. Penyerang yang sempat bermain untuk Tim Nasional Indonesia U-19 itu sempat meniti karier di PSIM junior. “Ini momen yang sudah lama saya tunggu. Saya antusias sekali,’’ ujarnya.

Bagi, Rudiyana meskipun bukan pemain asli DIJ, penyerang asal Jawa Barat itu pernah memperkuat Laskar Mataram di putaran pertama Liga 2.

Karena ada evaluasi dari tim pelatih PSIM dan manajemen, Rudi harus rela dilepas ke Sulut United. Rudiyana ingin menjadikan laga ini sebagai ajang pembuktian kualitasnya. “Soal gol lihat saja deh, mengalir saja,” tandasnya.(cr12/din)

Perkiraan Susunan Pemain

PSIM Jogja (4-3-3): Ivan Febrianto (GK); Agung Pribadi, Al amin Fisabillah, Hendra Wijaya, Aditya Putra Dewa; Sutanto Tan, Ade Suhendra, Ichsan Pratama; Saldy Amiruddin, Cristian Gonzalez, Yoga Pratama.

Pelatih: Aji Santoso

Sulut United (4-3-3): Ferry Bagus (GK); Mahdi Albar, Haris Hardiansyah, Yudi Khoerudin, Gusti Sandria; Rian Lasut, Fajar Romansyah, Mustaqim Ohorella; Martinus Novianto, Eksel Runtukahu, Rudiyana.

Pelatih: Ricky Nelson