RADAR JOGJA – Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso sebenarnya sudah memprediksi jalannya pertandingan melawan Sulut United, Jumat (4/10) di MKYK akan seperti apa.

Beberapa perkiraanya terbukti di lapangan. Namun ada yang lupa tidak dia antisipasi. Di antaranya, serangan balik lawan yang berujung gol.

“Permainan Sulut United tadi sebenarnya sudah saya prediksi. Mereka pasti akan bertahan dan itu terbukti. Dalam latihan pun saya sudah kasih tahu, saya berikan materi untuk bongkar defense mereka,” kata Aji.

Namun, Aji juga bingung. Dari sekian banyak usaha dan peluang yang didapat timnya, tidak ada satu punyang berujung gol. Bahkan ketika menerapkan menyerang frontal. Dengan formasi 4-2-4 dan mengurung pertahanan Sulut.

“Cuma faktor luck yang tidak berpihak ke kita. Ada peluang Angga, Rossy, Loco sekitar 3-4 peluang tadi. Tapi itulah sepak bola, kadang tidak sesuai harapan kita,” ujarnya.

Disinggung mengenai opsi memasukkan Ahmad ‘Beyong’ Bahtiyar, Aji menyebut karena memang harus ada pergantian di posisi bek. Hal itu sebab Junius Bate kembali mengalami cedera hamstring. Sementara saat ditawarkan, Al Rizqy kurang percaya diri untuk tampil.

“Ya sudah, gimana lagi. Tapi saya tetap bertanggungjawab dan minta maaf ke suporter. Ini pertandingan menentukan tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Tidak perlu salahkan pemain mereka sudah tampil maksimal,” ungkap Aji.

Sedangkan, mengenai strategi banyak memainkan bola-bola longpass langsung ke depan, menurutnya karena pemain ingin segera mencetak gol penyama. Meskipun diakuinya, akurasi dan ketenangan pemain di lini depan jadi kurang maksimal.

“Karena sudah ketinggalan jadi bagaimana pemain cari opsi agar bola cepat mengalir ke depan. Meskipun sebenarnya tidak saya andalkan bermain longpass. Itu salah satu cara saja,” bebernya. (riz)