RADAR JOGJA – Lagi butuh banget poin untuk merangsek ke papan atas, PSIM Jogja justru dipecundangi tamunya Bogor FC Sulut United, Jumat (4/10) di MKYK Stadium.

Skor akhir adalah 0-2 untuk tim tamu. Dua gol pasukan Ricky Nelson dilesakkan Rudiyana menit 58 dan Zulfikar Ohorella di menit tambahan babak kedua.

Bagi Ricky, kemenangan tersebut tidak terlalu mengejutkannya. Sebab dia Bersama tim pelatih sudah memprediksi cara main PSIM Jogja. Apalagi menurutnya, cara main Aditya Putra Dewa dkk tidak berubah sejak diasuh AJi Santoso.

“Kami sudah membaca gimana PSIM main dan gameplan sudah kami siapkan. Counter attack itu kami rancang dan pemain kami menjalankan semua tugas dengan baik. Setelah gol pertama terjadi kami jalankan plan b untuk bisa hentikan Gonzales dan berhasil,” katanya kepada wartawan.

Menurut Ricky, tidak sulit membaca dan mengantisipasi cara main PSIM. Dia bahkan membongkar kunci kemenangannya di Mandala Krida. Menurutnya, kunci permainan PSIM ada pada kaki kiri Ichsan Pratama dan Ade Suhendra.

Dua pemain itu menjadi poros permainan. Sementara, ketika keduanya buntu, opsi alternative Aji Santoso juga mudah ditebak. Yaitu dengan memasukkan Cristian Gonzales. Karena itu, Ricky menyiapkan tiga bek untuk menjaga Gonzales agar tidak leluasa mendapatkan bola.

“Selain itu, bek mereka, Sabil, masih lemah dalam duel dan berlari. Karena mungkin baru sembuh cedera jadi kami instruksikan pemain sayap untuk mengajaknya berlari,” bebernya.

Ya, dalam laga ke-17 itu, PSIM bermain tanpa pola. Hanya mengandalkan kelincahan Ichsan. Meskipun lebih banyak menguasai permainan. Koordinasi dan komunikasi lini belakang juga tampak tidak berjalan baik. Kiper Ivan Febrianto bahkan harus berjibaku dan beberapa kali keluar dari sarangnya menyapu bola.

Setelah tertinggal gol sang mantan, PSIM berusaha menyerang frontal. Menempatkan empat pemain di lini depan. Sayang, opsi memainkan bola-bola panjang jadi sia-sia karena mudah diredam barisan pertahanan Sulut United. Justru saat mencoba mencari gol penyama, PSIM kembali kebobolan di pengujung laga.

Ketika Ricky tidak begitu kaget dengan jalannya permainan, Aji Santoso justru mengaku hasil kekalahan tersebut di luar dugaanya. Karena menurut Aji, timnya memiliki cukup banyak peluang mencetak gol.

“Babak kedua bahkan ada yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetap tidak masuk. Saya tidak tahu apa yang salah, semua sudah kami berikan,” kata Aji. (riz)