RADAR JOGJA – Strategi bertahan, menunggu dan serangan balik yang dilancarkan Bogor FC Sulut United berjalan sukses. Dua gol, membuat Rudiyana cs sukses mempecundangi PSIM di kandangnya MKYK Stadium, Jumat (4/10). Pelatih Ricky Nelson membocorkan strateginya menekuk Naga Jawa di sarangnya.

“Kami sudah membaca gimana PSIM main dan gameplan sudah kami siapkan. Counter attack itu kami rancang dan pemain kami menjalankan semua tugas dengan baik. Setelah gol pertama terjadi kami jalankan plan b untuk bisa hentikan Gonzales dan berhasil,” katanya kepada wartawan.

Menurut Ricky, tidak sulit membaca dan mengantisipasi cara main PSIM. Dia bahkan membongkar kunci kemenangannya di Mandala Krida. Menurutnya, kunci permainan PSIM ada pada kaki kiri Ichsan Pratama dan Ade Suhendra.

Dua pemain itu menjadi poros permainan. Sementara, ketika keduanya buntu, opsi alternative Aji Santoso juga mudah ditebak. Yaitu dengan memasukkan Cristian Gonzales. Karena itu, Ricky menyiapkan tiga bek untuk menjaga Gonzales agar tidak leluasa mendapatkan bola.

“Selain itu, bek mereka, Sabil, masih lemah dalam duel dan berlari. Karena mungkin baru sembuh cedera jadi kami instruksikan pemain sayap untuk mengajaknya berlari,” bebernya.

Ya, dalam laga ke-17 itu, PSIM bermain tanpa pola. Hanya mengandalkan kelincahan Ichsan. Meskipun lebih banyak menguasai permainan. Koordinasi dan komunikasi lini belakang juga tampak tidak berjalan baik. Kiper Ivan Febrianto bahkan harus berjibaku dan beberapa kali keluar dari sarangnya menyapu bola.

Setelah tertinggal gol sangan mantan, PSIM berusaha menyerang frontal. Menempatkan empat pemain di lini depan. Sayang, opsi memainkan bola-bola panjang jadi sia-sia karena mudah diredam barisan pertahanan Sulut United.

Bukannya menyamakan skor, gawang PSIM justru kembali bobol di menit perpanjangan babak kedua. (riz)