RADAR JOGJA – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Sulut United di kendang, Mandala Krida Stadium, Jumat (4/10). Dua gol kemenangan tim tamu dibukukan Rudiyana dan Zulfikar Ohorella. Kalah di kandang, suporter PSIM meminta pelatih Aji Santoso dan asisten out.

Menanggapi tuntutan suporter, Aji menilai hal itu wajar-wajar saja. Sebagai pelatih yang telah menukangi banyak klub, kondisi tersebut biasa dialaminya.
“Protes suporter itu wajar, itu karena mereka kan mencintai tim ini. Dimana -mana kalau tim kalah ya suporter mencemooh,” katanya kepada wartawan.

Meskipun demikian, dia berharap hal itu tidak membuat pemainnya drop. Karena menurutnya, meskipun tipis, PSIM masih memiliki peluang lolos ke babak 8 besar. Syaratnya, dia kembali menegaskan, sapu bersih kemenangan di tiga laga sisa.

“Tetap di sisa pertandingan harus fight walau peluangnya tipis. Perbedaan dengan tim di peringkat atas tidak beda jauh,” ujarnya.

Dari pengamatan radarjogja.co di stadion, suporter sudah bereaksi menyatakan ketidakpuasannya ketika gawang Ivan Febrianto bobol di menit 58. Suporter di tribun timur, utara dan selatan menanyakan permainan PSIM yang tidak berubah. “Piye-piye, piye maine.. Piye maine kok koyo ngene…,” teriak para suporter.

Selanjutnya, setelah laga, beberapa suporter yang berada di tribun bawah sebelah barat juga memprotes kondisi tim pada jajaran manajemen yang ada di tribun VIP. Tak berhenti di situ, suporter juga mengepung pintu masuk di sebelah barat.

“Tikete larang….tikete larang, ra tau menang,… ra tau menang…,” ujar suporter. (riz)