RADAR JOGJA – Debut duet pelatih Liestiadi dan Erwan Hendarwanto berjalan ciamik. Pemain bermain spartan, kompak, aliran bola mengalir dinamis. Selain itu yang utama, mengemas tiga poin di kandang sendiri MKYK Stadium, Minggu (13/10).

Meskipun demikian, dalam sesi press-conference setelah pertandingan, Liestiadi justru memuji daya juang anak asuhnya. Yaitu tetap fight kendati sebelumnya bermain dengan jadwal yang padat.

“Walaupun mereka sangat capek, dari game melawan Waropen, Sulut ke Martapura waktu recovery sangat pendek. Tapi semua pemain menunjukan determinasi dan main dengan hati. Membela PSIM agar tidak degradasi,” katanya kepada wartawan.

Liestiadi juga tak lupa berterima kasih dengan staf pelatih, manajemen dan juga pelatih PSIM sebelumnya Aji Santoso. Secara gambling dia mengakui meng-copy cara main PSIM saat melawan Madura FC. Yaitu berani menguasai bola

“Saya hanya memperbaiki dalam hal menciptakan peluang dari crossing dan shooting. Saya hanya tekankan ini kandang kita kehormatan kita. Jadi setiap kehilangan bola harus jadi buser rebut kembali bola. Jangan sampai lama-lama bola dikuasai lawan. Itu pemain terjemahkan dengan baik,” bebernya. (riz)