RADAR JOGJA – Kemenangan 2-0 PSIM Jogja dari tamunya Persatu Tuban menjadi modal positif untuk pertandingan selanjutnya. Laga terakhir fase grup wilayah timur, PSIM akan menjamu rival abadi Persis Solo, 21 Oktober di MKYK Stadium.

Sebelumnnya, Pelatih PSIM Liestiadi menjanjikan melawan Persis, anak asuhnya harus tampil lebih baik. Laga tersebut jelas sarat gengsi. Namun yang utama ada hal yang tak kalah penting dipertaruhkan. Yaitu yiket menuju babak 8 besar.

Apabila PSIM menang, dan di saat yang sama Martapura FC kalah di Biak maka Aditya Putra Dewa dkk melaju ke fase berikutnya. Menyambut Derby Mataram Jilid II itu, Liestiadi sudah mulai menata rencana.

“Next, kami main tanggal 21. Jadi ada sekitar 4 kali latihan. Tapi sebelum itu kami ingin anak-anak rileks dulu. Mereka layak dapat bonus. Mungkin ada waktu free sebelum latihan intenstif selama empat kali,” kata Liestiadi kepada wartawan.

Eks pelatih Arema itu menyebut tidak akan banyak melakukan perubahan. Sebab menurutnya skema main timnya sudah mulai berjalan. Hanya perlu beberapa perbaikan dan peningkatan performa.

“Kami mungkin akan mempertahankan winning team, sedikit ada yang perlu diperbaiki,” bebernya.

Naga Jawa juga sudah bisa diperkuat pemain yang memiliki tattoo naga di kakinya, Cristian El Loco Gonzales. Papito absen di laga melawan Persatu karena akumulasi kartu. Namun predator yang selalu haus gol itu dipastikan bisa main melawan Larkar Sambernyawa.

“El Loco sudah bisa main. Cuma sayangnya Hendra Wijaya yang giliran akumulasi. Tapi tidak masalaha, minus Hendra tapi masuk El Loco, lini depan kami akan semakin kuat,” jelasnya.

Dalam pertemuan pertama, PSIM harus mengakui keunggulan Persis 2-1 di Madiun. Satu-satunya gol PSIM Jogja dicetak Gonzales. (riz)