RADAR JOGJA – Pada pertemuan pertama pertandingan Persis Solo vs PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, 16 Agustus lalu, Panpel Persis Solo melarang suporter PSIM datang.

Pada pertemuan kedua, laga bertajuk Derby Mataram itu manajemen PSIM Jogja juga meminta suporter tamu tidak datang ke Jogja.

Imbauan itu diberikan manajemen Laskar Mataram melalui surat yang dilayangkan kepada manajemen Laskar Sambernyawa, Selasa (15/10).

Sekretaris umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa menjelaskan, pertandingan tanggal 21Oktober mendatang sejatinya bagi manajemen Naga Jawa adalah laga biasa saja. Pihaknya mempunyai kewajiban menggelar partai tersebut sebagai tim peserta Liga 2.

“Tapi mohon maaf demi kondusifitas daerah, demi persaudaraan antara Jogja dan Solo kami tidak memberikan kuota kepada kelompok suporter Solo,” kata Jarot kepada wartawan di Monumen PSSI komplek Wisma PSIM, Selasa (15/10) petang.

Jarot mengatakan, surat resmi via email sudah ditujukan kepada manajemen Persis Solo dan PT LlB. Beberapa pihak juga dikirimi surat tembusan agar memahami bahwa keputusan tersebut untuk menjaga kondusifitas.

“Kami juga sudah kontak manajemen Persis Solo dan mereka memahami kondisi ini. Kepada Brajamusti dan The Maident juga kami beritahu, mereka mendukung. Mungkin temu kangen dengan saudara dari Solo bisa di lain kesempatan,” kata Jarot. (riz)