RADAR JOGJA – Pihak PSIM Jogja mengirim pemberitahuan kepada manajemen Persis Solo bahwa tidka memberikan kuota tiket kepada suporter tamu. Pertimbangan keamanan menjadi alasannya.

Manajer Persis Solo Langgeng Jatmiko menyatakan sudah menerima surat dari PSIM terkait tidak ada kuota untuk suporter Solo. Walaupun secara regulasi seharusnya suporter tim tamu bisa mendapatkan jatah tiket sebesar 5 persen.

”Namun untuk menjaga kondusifitas, kami bisa memahami hal itu. Tidak ada masalah,” katanya seperti dilansir dari Radar Solo.

Langgeng juga berharap laga itu berjalan lancar dengan mengedepankan fair play. Mengingat tensi laga ini bakal tinggi. Selain itu kedua tim masih berharap bisa lolos ke babak 8 besar. Persis saat ini berada di posisi 5 klasemen sementara dengan raihan 27 poin. Sementara PSIM berada di posisi 6 dengan poin sama.

Di sisi lain, Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo Suryo mengaku sebenarnya pihaknya berharap tetap diberi izin untuk tetap datang ke Mandala Krida. Namun demi kondusifitas dan keamanan, dia menghargai keputusan manajemen Laskar Mataram.

”Kami masih menunggu surat resmi dari panpel atau pihak kepolisian. Jika memang dilarang datang, kami sampaikan ke semua anggota sampai tingkat korwil,” jelasnya.

Sebagai gantinya, suporter berencana datang ke tempat latihan Persis di Stadion Sriwedari, pekan ini. Penggawa Laskar Sambernyawa dijadwalkan akan menggelar latihan di Solo, Kamis (17/10) hingga Sabtu (19/10) mendatang. Latihan di Solo ini perdana setelah selama semusim penuh homebase di Madiun.

”Saya berharap suporter berduyun-duyun datang memberikan support ke pemain. Ini untuk mendongkrak motivasi dan semangat sebelum pertandingan Derby Mataram. Harapan kami tentu bisa menang,” ujar pria yang akrab disapa Rio itu. (adi/JPR)