RADAR JOGJA – Penunjukan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih PSIM Jogja membawa gairah yang baru bagi suporter. Padahal di akhir-akhir kompetisi musim lalu, laga kandang PSIM sempat sepi oleh suporter. Hal itu dipengaruhi oleh penampilan Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja – yang memang loyo, terutama di paruh kedua musim lalu.

Namun, kehadiran Seto memberikan harapan baru bagi suporter. Pada pesta perayaan ulang tahun Brajamusti yang ke-17 beberapa waktu yang lalu, ribuan anggota Brajamusti sangat antusias berkumpul di Stadion Mandala Krida untuk berdoa dan berpesta bersama.

Selain itu, saat PSIM menjalani laga tandang ke Cilacap melawan PCSC Cilacap pada 1 Maret lalu, ribuan pendemen Laskar Mataram juga nekad menembus hujan dan berangkat ke Cilacap. Gairah besar itu diakui oleh wakil presiden Brajamusti, Saga Susanto. Menurut Saga, ada harapan besar dari suporter kepada PSIM di era Seto. “Kami juga berharap PSIM bisa meraih hasil terbaik di musim ini,” katanya kepada Radar Jogja kemarin.

Selain itu, Saga juga mengungkapkan rekan-rekannya di Brajamusti sangat merindukan PSIM Jogja berlaga. Maka dari itu, banyak dari mereka yang berangkat ke Cilacap beberapa waktu yang lalu.

Gairah serupa juga dintunjukkan oleh kelompok pendukung PSIM yang lain, Mataram Independent. Melalui sang ketua, Rendy Agung, The Maident merasa senang dengan kehadiran Seto. Menurut Rendy, semua orang sudah paham dengan kualitas Seto dalam menukangi sebuah tim. “Coach Seto di mata kami  sudah tidak asing lagi, pengalamannya sebagai pelatih juga teruji,” ujarnya.

Selain itu, Rendy juga berbicara mengenai para pemain baru yang masuk ke skuad PSIM Jogja pada musim ini. Menurutnya, para pemain tersebut juga bisa diandalkanRendy juga mengungkapkan The Maident sudah tak sabar kembali mendukung skuad PSIM saat berlaga di stadion. (kur/din)