RADAR JOGJA – PSIM Jogja gagal memenuhi misi meraih poin di kandang Sriwijaya FC. Laskar Mataram kalah 1-2 dalam laga perdana di ajang Liga 2 musim ini di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (15/3).

Kekalahan itu terasa sangat menyakitkan karena diwarnai penalti kontroversial untuk Laskar Wong Kito. Penalti itu diberikan wasit di akhir pertandingan. Meski kalah, pelatih PSIM Seto Nurdiyantara memberikan apresiasi tinggi kepada pasukannya yang telah berkerja keras.

Kedua tim mengawali laga dengan berhati-hati. Sriwijaya maupun PSIM sama-sama tak mau kecolongan di awal pertandingan. Jalannya laga sepanjang sepuluh menit awal babak pertama terkesan kurang menarik.

Setelah itu, Sriwijaya yang mendapatkan dukungan dari ribuan penonton, mulai berani tampil agresif. Mengandalkan eks penyerang PSIM Rudiyana, SFC beberapa kali mengancam lini pertahanan tim pujaan Brajamusti dan Maiden.

SFC kerap mendapatkan peluang berbahaya. Namun, penampilan lini belakang PSIM di babak pertama patut mendapatkan kredit spesial. Terutama sang penjaga gawang Sandi Firmansyah. Eks kiper Arema FC itu dengan tenang memotong umpan-umpan silang yang mengarah ke area kekuasaannya.

PSIM bukannya tanpa peluang. Beberapa menit jelang babak pertama berakhir, Eeng Supriyadi sempat mendapatkan ruang untuk menembak di kotak penalti lawan. Sepakan winger asal Malang itu masih bisa dihentikan kiper SFC. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Babak kedua berjalan lebih seru. Menit ke-59, SFC berhasil membuka keunggulan. Rudiyana yang lepas dari jebakan offside berhasil membobol gawang PSIM melalui tembakan terukur dari dalam kotak penalti.

Gol itu membuat para pemain Laskar Mataram termotivasi untuk menyamakan kedudukan. Masuknya Yudha Alkanza dan Nanda Nurrandi semakin membuat permainan PSIM hidup.

Menit ke-83, PSIM akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Yoga Pratama melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan SFC. Dengan cerdik, dia mengirim umpan silang ke area penalti. Bola diterima Talaohu Abdul Musafri, yang dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang SFC.

Hasil imbang yang sudah di depan mata sirna. Ketika laga memasuki masa injury time, wasit Rio Permana Putra dari Riau memberikan hadiah tendangan penalti kontroversial kepada tuan rumah. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bola mengenai kepala dari bek PSIM Risman Maidullah.

Wasit tetap memberikan tendangan penalti untuk Laskar Wong Kito. Eksekusi Rahel mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk tuan rumah.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara senang dengan penampilan para pemain asuhannya. Apalagi, ketika kondisi timnya sedang tertinggal.

”Mereka mau kerja keras dan mereka bisa cetak gol. Di situ harus saya apresiasi,” kata Seto dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

Seto juga sempat diminati komentarnya mengenai insiden penalti kontroversial di akhir pertandingan. Kejadian itu sempat membuat banyak pemain PSIM tampak marah kepada wasit.

Seto menilai apa yang dilakukan pemainnya itu wajar. ”Saya sebenarnya tak mau banyak komentar. Yang pasti, selamat datang di Liga 2,” katanya sembari tertawa.

Talaohu Abdul Musafri merasa bersyukur bisa mencetak gol perdana untuk Laskar Mataram musim ini. Namun, dia menegaskan gol itu tak hanya karena peran dirinya semata.

”Yang pasti, (gol) itu berkat kerja keras rekan-rekan semua di PSIM,” katanya. (kur/amd)