RADAR JOGJA – PSIM Jogja memang kalah 1-2 dari Sriwijaya FC dalam laga pembuka Liga 2, Minggu (15/3) lalu. Secara umum, permainan PSIM tak kalah dibandingkan tuan rumah. Terutama di babak kedua. Salah satu penyebabnya adalah strategi pergantian pemain yang diterapkan pelatih PSIM Seto Nurdiyantara.

Hampir semua pergantian yang dilakukan Seto berbuah manis. Terutama masuknya Yudha Alkanza ketika laga memasuki menit ke-79. Kendati tak memiliki banyak kesempatan menit bermain, masuknya Yudha membuat lini tengah Laskar Mataram lebih hidup.

Puncaknya adalah pada menit ke-83. Yudha memberikan umpan kunci kepada Yoga Pratama. Yoga kemudian meneruskan umpan dari Yudha itu menjadi assist untuk gol yang dicetak oleh Talaohu Abdulmushafry.

Yudha bersyukur mendapatkan kesempatan berlaga untuk PSIM di ajang Liga 2. Apalagi, laga melawan Sriwijaya FC itu merupakan laga debutnya untuk PSIM. “Alhamdulilah sudah diberi kesempatan main walaupun cuma 10 menit akhir,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (16/3).

Yudha juga memberikan penilaian terhadap penampilannya di laga melawan Sriwijaya itu. Menurutnya, banyak hal yang masih harus diperbaiki. Terutama soal kekuatan fisik dan keberanian dalam melakukan duel menghadapi pemain lawan. “Mohon doanya agar ke depan semakin banyak mendapatkan kesempatan bermain,” harap pemain berusia 22 tahun itu.

Yudha Alkanza sebenarnya sempat tampil di ajang Liga 1 musim lalu dengan memperkuat PSS Sleman. Namun, kontraknya di PSS tak diperpanjang. Hal itu membuat Yudha mengikuti jejak mantan pelatih PSS, dengan menyebrang ke PSIM Jogja. (kur/din)