RADR JOGJA – Manchester United gagal memaksimalkan laga kandang saat menjamu Arsenal di Old Trafford, Selasa (1/10) dini hari WIB. Red Devils bermain imbang 1-1. Unggul lebih dulu lewat Scott McTominay di menit ke-45, ‘Setan Merah’ kemudian dibobol Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-58.

Tuan rumah sebetulnya punya momentum untuk menggandakan skor di menit ke-53. Bola tendangan Jesse Lingard terlihat mengenai lengan Kolasinac, namun wasit dan VAR tak melihatnya sebagai handball.

Nasib sial justru menimpa MU lima menit berselang setelah insiden tersebut. Arsenal berhasil merobek gawang David De Gea. Gol yang dilesakkan Aubameyang sempat dianggap offside oleh wasit Kevin Friend setelah mendapat sinyal bendera dari hakim garis. Aubameyang bahkan tampak pasrah.

Namun, VAR berpihak kepada Arsenal. Gol Aubameyang dinyatakan sah setelah dalam tayangan ulang masih ada Harry Maguire yang tertinggal. Kerja VAR pada pertandingan tersebut dikomentari Jamie Carragher. Mantan bek Liverpool yang kini menjadi pundit Sky Sport.

“Itu (gol Arsenal) yang terbaik dari VAR malam ini dan salah satu alasan mengapa itu digunakan. Tetapi asisten wasit akan kecewa dia salah, dia seharusnya melakukannya dengan benar,” kata Carragher seperti dikutip dari Sky Sport.

Kesalahan dan kelengahan pertahanan menjadi penyebab utama gol tim tamu. Kombinasi umpan ceroboh Axel Tuanzebe dan Harry Maguire yang terlambat naik membuat Aubameyang lolos dan mencetak gol.

Selain itu, hakim garis yang sigap mengangkat bendera offside sedikit mengecoh pemain MU. Wasit memang sempat meniup peluit tanda offside, tapi Video Assistant Referee (VAR) mengubah keputusan itu dan mengesahkan gol.

“Well, itu sebuah kesalahan besar dari kami. Kami memberikan dengan cuma-cuma sebuah gol penting. Pertandingannya cukup seimbang. Mereka punya sejumlah peluang, kami punya peluang-peluang,” ungkap De Gea kepada Sky Sports, seperti dikutip BBC. (riz)