RADAR JOGJA – Prestasi Manchester United boleh saja bapuk. Tapi ternyata urusan mencari cuan, Setan Merah lebih jago ketimbang Liverpool ataupun tetangga berisik mereka Man City. Tapi mungkin itu tidak bertahan lama.

Dilansir dari Daily Mail, mulai musim depan sponsor utama jersey mereka Chevrolet memutuskan tidak akan memperpanjang kerjasama.

Pertimbangannya, selain karena prestasi MU yang biasa-biasa saja. Juga karena ternyata mereka kecele dengan nominal kontrak yang terlampau besar.

Chevrolet menjadi sponsor MU sejak 2014. Nilai kontaknya 410 juta poundsterling atau setara Rp7,2 triliun untuk jangka waktu tujuh tahun. Jadi setiap tahunnya MU mendapatkan satu triliun hanya dari satu sponsor utama saja.

Bos Chevrolet mungkin lupa tidak cek pasar sebelumnya. Nominal yang digelontor pabrikan mobil asal Amerika Serikat itu bahkan berkali lipat lebih besar dibandingkan sponsor MU sebelumnya. Ambil contoh, AON hanya membayar 19,6 juta poundsterling pada rentang 2010-2014.

Lalu AIG hanya membayar 14,1 juta poundsterling (2006-2010), sedangkan Vodafone hanya membayar 8 juta poundsterling (2000-2006). Sementara Chevrolet harus mengeluarkan sebesar 68 juta poundsterling per musim, hehe…

“Itu merupakan sebuah kekacauan sejak awal. Ada kesan bahwa Chevrolet terlalu banyak membayar dan itu tidak akan dilakukan lagi,” demikian keterangan salah satu sumber Chevrolet seperti disitir masih dari Daily Mail.

Hasilnya, Kepala Marketing Global Chevrolet, Joel Ewanick, yang meloloskan kerja sama sponsor dengan MU langsung dipecat setelah kesepakatan diumumkan. Ewanick dinilai ceroboh dalam melakukan kerja sama sponsor dengan Setan Merah tanpa melihat perbandingan dengan perusahaan lain yang pernah mensponsori MU. (riz)