SELAIN sejarah, permainan tim dan skill pemain nilai klub di mata sponsor adalah potensi dari suporternya. PSIM sebenarnya memiliki potensi dari fans untuk dapat dikelola. Sebab setiap pertandingan Pratama Gilang dkk di Stadion Sultan Agung (SSA) selalu dipadati penonton. Segmentasi penonton juga beragam. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan dan tua muda.

Namun dengan beberapa kali insiden kerusuhan yang melibatkan suporter PSIM tentu hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama.

”Sebetulnya dari investor salah satu niatanya juga mengelola suporter. Cuma belum bisa mempertemukan karena di tingkat manajemen sendiri belum ada titik temu. Dari suporter yang akan dikelola juga. Tapi itu sudah jadi pembicaraan awal kami,” kata Sekum PSIM Jarot Sri Kastawa.

Presiden Brajamusti M. Burhan mengatakan, jika sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan manajemen termasuk dengan pengelola PT yang baru. Dia juga mengaku tidak tahu-menahu siapa saja yang beraada di dalam PT PSIM Jaya.

”Belum ada, kami masih menunggu komunikasi dengan managemen dulu. Sampai saat ini kita belum diberitahu bagaimana dan siapa saja tentang PT. Belum ada forum membahas itu,” katanya. (riz/ila)