JOGJA – Pengunduran Edy Rahmayadi dari posisi ketua Umum PSSI disambut baik oleh Asosiasi Provisi (Asprov) PSSI DIJ. Kepemimpinan baru PSSI diharapkan bisa membawa profesionalisme sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Setelah Edy mundur, wakil ketua umum PSSI Joko Driyono atau yang akrab disapa Jokdri diangkat sebagai Plt Ketua Umum (Waketum) PSSI. Jokdri dianggap mempunyai tugas berat dalam membenahi PSSI. Mengingat, salah satu organisasi olahraga tertua tersebut banyak disorot masyarakat terkait dengan persoalan match fixing yang terjadi di persepakbolaan tanah air.

Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Bambang Kuncoro menjelaskan, pengunduran diri Edy sebagai bentuk tanggung jawab atas rangkap jabatan. Akibatnya, kinerja gubernur Sumatera Utara tersebut menjadi tidak fokus. ”Tentu bukan tugas yang ringan menjabat sebagai kepala daerah dan organisasi olahraga terbesar,” jela pria yang akrab disapa Bakun ini Senin (21/1).

Dia menilai pimpinan PSSI saat ini akan memiliki beban yang cukup berat. Namun, dengan berbagai jabatan pernah dijabat selama di PSSI, Bakun cukup yakin Jokdri bisa mengatasi persoalan yang mimpa persepakbolaan Indonesia.”Memang tidak mudah untuk bisa membenahi dengan cepat,” jelasnya.

Tuntutan komitmen tinggi untuk membuka seluruh perilaku buruk selama ini, merupakan tugas pertama Jokdri. Selanjutnya, diperlukan penataan organisasi berdasar profesional, sportifitas, sinergi dan integritas. ”Asprov DIJ merasakan dampak dari perilaku buruk di atas,” jelasnya.

Saat ini, seluruh voters dan stakholder untuk beberapa waktu ke depan memberi kesempatan terlebih dahulu kepada Jokdri guna menuntaskan permasalahan yang ada untuk membantu Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. ”Memberi waktu tentunya dengan batasan waktu tertentu,” jelasnya.

Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru memberi apresiasi atas pengunduran diri Edy. Mantan Pangkostrad diaggap berjiwa kesatria serta legawa untuk mundur dari kursi Ketum PSSI. ”Menaruh harapan besar terhadap Jokdri untuk juga membenahi PSSI,” jelasnya.

Anggota legislatif Kota Jogja ini memberikan apresisasi tinggi kepada Edy. Di tengah kesibukan sebagai kepala daerah, masih memberikan perhatian PSSI. Selanjutnya, pihaknya menaruh harapan besar pada naiknya Jokdri sebagai Plt Ketum. ”Semoga bisa meningkatkan kualitas kompetisi dan memberi perhatian pada pembinaan usia muda,” jelasnya. (bhn/din/fn)