JOGJA- Teka- teki siapa investor baru PSIM Jogja akhirnya muncul juga ke publik. Dia adalah pengusaha asal Jakarta, Bambang Susanto yang menjadi CEO PT PSIM Jaya. Tidak tanggung-tanggung, pialang saham ini menargetkan Laskar Mataram promosi Liga 1 musim mendatang.

Harus diakui, selama ini PSIM Jogja kerap terlilit persoalan finansial sehingga kesulitan berbuat banyak di Liga Indonesia. Hadirnya investor baru menjadi membawa udara segar bagi Laskar Mataram untuk bisa bersaing di Liga 2 musim ini. ”Untuk bisa ke sana, anggaran yang akan kami keluarkan 4-5 kali lebih besar dari musim sebelumnya,” kata Bambang di Monumen PSSI, Selasa (26/3).

Musim sebelumnya diperkirakan biaya yang dikeluarkan oleh PSIM Jogja untuk mengarungi Liga 2 Indonesia berkisar Rp 5 miliar. Itu artinya, untuk bisa membawa promosi ke Liga 1 dibutuhkan dana operasional minimal Rp 20 miliar.

Apa yang dikatakan Bambang bukan isapan jempol. Keseriusan membawa PSIM Jogja ke Liga 1 ditunjukkan dengan pemain yang akan direkrut. Selain mempertahankan delapan muka lama, sejumlah muka baru pun akan hadir menghiasi skuad PSIM Jogja musim ini.

Nama pemain naturalisasi Raphael Maitimo, pun siap didatangkan untuk merealisasikan ambisi Laskar Mataram. Apalagi, sejauh ini Maitimo memang belum mendapatkan klub baru. ”Maitimo akan menjalani tes medis. Bila segalanya berjalan lancar akan menjadi pemain yang kami rekrut,” jelas Bambang.

Sementara untuk pelatih, dia pun menginginkan pelatih yang memiliki nama besar dan lisensi kepelatihan minimal A AFC. Bahkan sejumlah nama allenatore asing pun masuk radar yang akan menangani Laskar Mataram. Ditargetkan, skuad PSIM Jogja sudah akan terbentuk sebelum April. ”Kami terus bergerak mempersiapkan segalanya. Target dua minggu mendatang kami sudah siap,” tegasnya.

Bambang bertekad PSIM Jogja menjadi klub yang sehat secara finansial dan pengelolaan. Bahkan, dia berharap PSIM Jogja kelak bisa sejajar seperti Bali United. Menurutnya, Bali United saat ini menjadi role model pengelolaan sepak bola profesional di tanah air. Apalagi, pengusaha asal Semarang, Jawa Tengah ini mengaku berteman baik dengan pemilik Bali United Pieter Tanuri.” Saya ingin PSIM ke depan bisa go public,” katanya.

Masuknya Bambang ke PSIM Jogja tidak seketika. Karena sudah melewati proses yang cukup panjang. Dia tertarik mengelola PSIM, salah satunya karena klub kebanggaan masyarakat Jogjakarta, atau bahkan DIJ ini, memiliki sejarah panjang di kancah pesepakbolaan Indonesia.

Apalagi, dengan stadion baru dan dukungan fanatik suporter, tidak berlebihan jika investor bersama manajemen PSIM, berani mematok target tinggi. ”Segala elemen di PSIM harus kuat, termasuk kami akan lakukan pedekatan ke suporter,” katanya.

Komisaris Utama PT PSIM Jaya Iriantoko Cahyo Dumadi mengapresiasi kehadiran investor baru. Diakui selama ini selalu kesulitan dalam persoalan pendaan. Tim kerap gali lobang tutup lobang. “Hadirnya investor baru tentu menjadi pemecah persoalan operasional kami selama ini,” jelasnya.

Upaya menghadirkan investor baru, merupakan pekerjaan lama yang telah dilakukan. Hingga akhirnya, pihaknya bertemu dengan Bambang Susanto yang memiliki ketertarikan berbisnis membangun PSIM Jogja. (bhn/din/mg1)