RADAR JOGJA – Masa depan pelatih Seto Nurdiyantara di PSS Sleman sampai kini masih menjadi teka-teki. Sampai dengan kemarin (8/1) belum ada tanda-tanda kepastian pelatih berusia 45 tahun ini menukangi Bagus Nirwanto dkk.

Nama Seto, sempat menjadi pembicaraan hangat publik sepakbola nasional. Prestasi membawa PSS Sleman ke papan tengah Liga 1 2019, dinilai sebuah kesuksesan tersendiri. Bahkan, Seto digadang-gadang sosok yang pantas menangani skuad Garuda.

Setelah PSSI menunjuk Shin Tae-yong, di tim nasional senior Indonesia, nama Seto pun menjadi sosok yang pas mendampingi pelatih asal Korea Selatan tersebut. Namun, hal itu urung terjadi setelah PSSI memilih Nova Arianto sebagai pendamping dari Shin Tae-yong.

Terkait nasibnya bersama PSS di musim kompetisi 2020, Seto buka suara. Dia mengaku sudah melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen PSS Sleman, untuk melakukan komunikasi soal rencana perpanjangan kontrak.

Hanya, pertemuan tersebut baru sebatas komunikasi. Belum ada kontrak hitam di atas putih antar kedua belah pihak.

”Kemungkinan semua masih bisa terjadi, bisa di PSS atau tidak,” kata Seto.

Lebih lanjut, Seto juga mengungkapkan dia tak menutup kemungkinan untuk melatih tim lain selain PSS Sleman. Tentunya hal itu terjadi jika proses negoasiasi perpanjangan kontraknya dengan manajemen mengalami kebuntuan.

“Tentunya begitu, tetap melihat kemungkinan selain di PSS,” jelasnya.

Hampir seluruh kontestan Liga 1 2020 sudah memiliki pelatih kepala. Namun, ada dua tim yang sejauh ini belum memilikinya. Dua tim yang dimaksud adalah PSS Sleman dan Persija Jakarta.

Seto sendiri pada musim perdananya di kasta tertinggi Liga Indonesia cukup berhasil membawa Super Elja tetap bertahan. Dengan skuad tidak terlalu wah, PSS berhasil membukukan 12 kemenangan 10 kalah dan 12 seri. Dengan raihan poin 48, posisi PSS Sleman cukup baik ketimbang juara bertahan Liga 1 Indonesia 2018, Persija Jakarta. (kur/bhn)