RADAR JOGJA – Beda nasib dialami PSIM Jogja dan PSS Sleman. Dalam ajang Piala Soeratin U-15 regional DIJ, pekan lalu. Jika Laskar Mataram Muda meraih hasil positif, sebaliknya Elang Jawa junior harus mengalami kekalahan.

PSIM Jogja U-15 berhasil mengalahkan Persig Gunungkidul dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan grup B di Stadion Pancasila UGM Sleman, Minggu (8/12).

Gol kemenangan PSIM U-15 diciptakan Muhammad Chafidh lewat tandukan di babak kedua. Kemenangan ini kian memantapkan posisi PSIM U-15 di puncak klasemen sementara di grup B. Saat ini PSIM U-15 mengumpulkan 9 poin dari 3 pertandingan.

Pelatih PSIM U-15 Isma Usman mengatakan, tim asuhannya semakin menunjukkan perkembangan yang bagus. Terutama dari sisi fighting spirit. “Anak-anak tidak mudah menyerah. Kami terus menyerang dan akhirnya bisa mencetak gol,” ujarnya.

PSIM masih memiliki tiga pertandingan sisa di fase grup. Di tiga laga tersebut, Laskar Mataram Muda siap bermain all out dan bertekad menyapu bersih dengan kemenangan.

Sementara itu di grup A terjadi kejutan. PSS Sleman U-15 yang tampil digdaya di dua laga awal, harus menelan pil pahit. Mereka kalah telak 0-3 saat berhadapan dengan Protaba.

Sementara Gama FC juga luar biasa dalam laga Minggu (8/12). Gama sukses mengalahkan SSB Raga Putra Menoreh dengan skor 4-1.

Pada laga lain di grup B, SSB Baturetno bermain imbang saat melawan Persikup Kulonprogo U-15. Laga berakhir dengan skor 0-0. Ini adalah hasil imbang kedua bagi SSB Baturetno setelah sebelumnya bermain 0-0 saat melawan Persig U-15.

Pelatih SSB Baturetno Yohanes Sidik Wijaya menyatakan, tim asuhannya mengalami peningkatan dari segi permainan. Namun, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. “Ya, seperti penyelesaian akhir dan mental bertanding,” jelasnya. (cr12/riz)