RADAR JOGJA – Ketika kali terakhir Indonesia merebut emas sepak bola SEA Games pada 1991, seluruh penggawa Garuda Muda saat ini belum lahir ke dunia. Evan Dimas Darmono, pemain tertua di tim asuhan Indra Sjafri tersebut, baru lahir tiga tahun kemudian.

Bayangkan, sedemikian lamanya paceklik prestasi itu. Bergenerasi-generasi pemain, juga jutaan lainnya yang berada di luar lapangan sebagai suporter, lahir dan besar tanpa pernah melihat timnas mereka berjaya di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara.

Tapi, malam ini dahaga panjang tersebut bisa diakhiri Garuda Muda. Caranya hanya satu, mengalahkan Vietnam di laga final. Yang berlangsung di stadion yang sama tempat kejayaan 28 tahun lalu itu direbut: Rizal Memorial Stadium, Manila.

”Ini akan menarik dan tentu saya berharap kitalah (Indonesia, Red) yang akan menjadi pemenangnya,” ujar pelatih Indonesia Indra Sjafri.

Menarik karena pertandingan hampir pasti bakal berlangsung ketat. Vietnam adalah satu-satunya tim yang bisa menundukkan Indonesia di SEA Games 2019. Itu terjadi di laga ketiga penyisihan grup B. Tapi, skor kemenangan tersebut juga tipis, 2-1.

Dengan gol kemenangan tim asuhan Park Hang-seo itu dicetak menjelang berakhirnya laga.

Perlu dicatat pula, Indonesia sempat unggul dulu di laga itu. Sebelum kemudian tampil dengan karakteristik permainan yang berbeda sekali dari yang mereka tunjukkan di laga-laga sebelumnya: bertahan sangat dalam tanpa skema serangan balik yang jelas.

Tapi, Indra dan pasukannya pasti sudah belajar banyak dari kesalahan tersebut. Apalagi, seusai kekalahan di fase grup, pelatih yang mengantarkan timnas U-19 Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013 itu menyebut bakal menunggu Vietnam di final.

Dari sisi ketajaman, kedua tim sama-sama telah mengumpulkan 21 gol. Dari sisi pertahanan, kedua negara juga masing-masing sudah kebobolan empat kali. Karena itu, tak ada alasan bagi Andy Setyo Nugroho dkk untuk keder, apalagi minder.

Poin lebihnya lagi, seperti diakui Indra, ”Kita punya skuad yang merata, antara starting line-up dan cadangan.”

Namun, perlu diingat juga, Vietnam belum sekali pun merebut emas sepak bola selama 30 kali pergelaran SEA Games. Jadi, motivasi mereka sama tingginya dengan Indonesia. Bahkan, dukungan langsung diberikan Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc.

”Beliau bilang rakyat Vietnam selalu berdiri di sisi kami,” terang Park Hang-seo.

Tapi, Andy Setyo Nugroho dkk tak perlu khawatir. Ratusan juta rakyat Indonesia juga demikian. Sepenuhnya mendukung mereka untuk mengakhiri dahaga panjang. (jpc/riz)

INDONESIA (4-3-3): 12-Nadeo Argawinata (g); 3-Asnawi Mangkualam, 5-Bagas Adi, 2-Andy Setyo (c), 11-Firza Andika; 6-Evan Dimas, 19-Zulfiandi, 16-Sani Rizki; 10-Egy Maulana Vikri, 20-Osvaldo Haay, 15-Saddil Ramdani

Pelatih: Indra Sjafri

VIETNAM (4-4-2): 1-Bui Tien Dung (g); 2-Do Thanh Thinh, 4- Ho Tan Tai, 18-Nguyen Thanh Chung, 3-Huynh Tan Sinh; 6-Le Ngoc Bao, 7-Trieu Viet Hung, 12-Truong Van Thai Quy, 16-Do Hung Dung (c); 22-Nguyen Thien Linh, 9-Ha Duc Chinh

Pelatih: Park Hang-seo
Live: RCTI pukul 19.00 WIB
Stadion Rizal Memorial, Manila