RADAR JOGJA – Kalah dari tim Jawa Barat, kans tim sepak bola putri Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) melaju ke PON Papua tahun depan menipis.

Dalam laga pembuka Pra PON XX, Jumat (13/12) di Stadion Sultan Agung, DIJ kalah telak 0-3 dari Jabar.

Pelatih DIJ Gatot Barnowo menyesalkan kekalahan ini. Menurutnya, mentalitas bertanding timnya belum terasah untuk even sekelas Pra-PON. Hal itu tampak dalam pertandingan itu.

“Gol yang kami derita kebanyakan dari kesalahan sendiri,” keluhnya.

Kekalahan ini membuat DIJ ada di posisi juru kunci sementara Grup 3 dengan raihan poin 0. Hanya juara grup dari masing-masing grup yang berhak melaju ke Papua.

Kendati demikian, Gatot menyatakan akan segera melakukan evaluasi. Eks pelatih PSCS Cilacap itu menegaskan tim asuhannya harus bisa menang melawan Kalimantan Barat di laga terakhir. “Kami akan tetap all out di laga terakhir,” tandasnya.

Di awal babak pertama, DIJ bisa mengimbangi permainan Jabar. Beberapa kali Nafizhah Nuraini dan kolega bisa mencipatakan peluang. Namun sayang, lini belakang DIJ kecolongan pada menit ke-26.

Jebakan offside yang dirancang para pemain belakang DIJ bisa ditembus pemain-pemain Jabar. Dengan mudah, Rosdilah Siti yang tak terkawal mampu menaklukkan kiper DIJ Riska Aprilia.

Di sisa babak pertama, permainan Jabar semakin nyaman. Mereka kian sering menekan pertahanan DIJ. Namun, babak pertama berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Jabar.

Pada babak kedua, DIJ kian sulit keluar dari tekanan Jabar. Bahkan, tim asuhan Gatot Barnowo harus kebobolan dua kali. Adalah gol dari Helsya Maeisyaroh pada menit ke-63 dan Reva Oktaviani pada menit ke-83 yang kian menambah derita para pemain DIJ.

Pelatih Jawa Barat, Iwan Bastian bersyukur dengan kemenangan ini. Apalagi menurutnya ia hanya mendapatkan kesempatan untuk dua kali melakukan sesi latihan bersama tim asuhannya.

“Ya tim ini baru berkumpul, dan kami baru berlatih, itupun dilakukan ketika kami tiba di Jogja,” jelasnya. (cr12/riz)