RADAR JOGJA – Akhirnya. Pelatih PSIM Jogja pasang badan untuk timnya. Aji Santoso memutuskan mundur dari posisi juru taktik Laskar Mataram.

Keputusan itu diambil setelah ia melakukan diskusi panjang dengan manajemen Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja.

Kepada para jurnalis, Aji menjelaskan mengenai pengunduran diri itu. “Jadi setelah berbincang dengan manajemen, saya putuskan untuk mundur,” ujarnya, Rabu (9/10).

Awalnya, Aji Santoso dikontrak hingga bulan Desember mendatang atau ketika Liga 2 musim ini berakhir. Namun, Aji dan manajemen Laskar Mataram sepakat dengan pengunduran diri ini.

Hingga saat ini, masih belum jelas siapa sosok yang akan memggantikan posisi Aji Santoso di PSIM.

Aji memiliki pesan kepada siapa saja yang akan menggantikan posisinya nanti. Menurutnya, hal yang harus tetap dijaga oleh pelatih PSIM selanjutnya adalah motivasi pemain.

“Kalau mau mengubah cara bermain akan sangat sulit,” jelas Aji.

Setelah ini, Aji Santoso mengaku belum memikirkan akan melanjutkan kariernya di klub mana. Pelatih berusia 49 tahun menyatakan akan bersantai dulu sejenak. “Saya akan santai dulu lah, main tenis dulu,” tandasnya sembari tertawa.

Lebih lanjut, Aji juga menyatakan permohonan maaf kepada masyaratak Jogja terutama para pendukung PSIM Jogja. Namun, menurut Aji, para suporter harus menghargai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen Laskar Mataram. “Saya tahu, semuanya kecewa, bahkan saya juga kecewa,” tegasnya.

Aji Santoso memiliki rekor yang kurang baik bersama PSIM Jogja. Total pelatih asal Jawa Timur itu memimpin Aditya Putra Dewa dan kolega di 14 pertandingan. Dalam jumlah laga sebanyak itu, Aji membawa PSIM menang 6 kali dan kalah delapan kali.

Sementara itu, kapten PSIM Jogja, Cristian Gonzalez menghormati keputusan yang diambil oleh Aji Santoso. Gonzalez pun berharap eks pelatih tim nasional Indonesia U-23 itu bisa sukses dimanapun. “Semoga coach Aji sukses dan beruntung di tempat lain,” harapnya. (cr12/riz)